purripurripurri♥purripurri

Rabu, 28 Oktober 2009

Sistem Informasi Akuntansi network layer

Nama Dosen : Rully Movizar 
Kelas: 3EB12
Kelompok : 4
Nama Kelompok 
1. Lita Praditha 
2. Purri Setianingrum
 3. Risma Ledyana Putri
4. Rizka Oktaviana 

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
          Pada dasarnya mata kuliah Pengantar Teknologi SIA 1,adalah sebuah mata kuliah yang mempelajari  tentang system informasi. Dalam mata pelajaran SIA mempelajari  tentang Internetworking. Dalam internetworking dipelajari pula tentang :
          1. Repeater
          2. Bridge
          3. Gateway
          Berdasarkan uraian diatas maka penulis mencoba membuat suatu makalah yang berjudul “ LAPISAN JARINGAN”. Maka diharapkan makalah yang kami buat ini dapat membantu pembaca untuk lebih mengerti tentang lapisan jaringan.

B.    Perumusan Masalah

       1. Identifikasi Masalah
       Berdasarkan uraian di atas Penulis mengidentifikasikan masalah pada :
a.      Kurangnya kesadaran mahasiswa untuk mempelajari tentang SIA
b.     Kurangnya informasi tentang pelajaran SIA

2. Batasan Masalah
          Agar pembahasan tidak terlalu meluas maka penulis hanya membatasi
          materi          Seputar LAPISAN JARINGAN saja.

3. Pokok Permasalahan
          a. Membahas pengertian dari LAPISAN JARINGAN.
          b. Menerangkan bagian – bagian dari Internerworking.
          c. Menjelaskan manfaat dari LAPISAN JARINGAN.


C.    Sistematika Penulisan
Sistematika ini disiapkan dalam 3 (tiga) bab, dengan sistematika penulisan sebagai berikut :

BAB I              PENDAHULUAN
Dalam bab ini dibahas latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II      ANALISIS DAN PEMBAHASAN
                   Dalam bab ini dibahas mengenai analisis tentang lapisan jaringan,dimana                      dalam lapisan jaringan terdapat internetworking.

BAB III    PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir, dalam bab ini dikemukakan kesimpulan dan saran-saran kepada para pembaca makalah LAPISAN JARINGAN
BAB II
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Pengertian Lapisan jaringan

          Lapisan jaringan atau Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI. Lapisan ini bertanggung jawab untuk melakukan beberapa fungsi berikut:
          Lapisan jaringan juga menyediakan layanan connectionless dan connection-oriented terhadap lapisan transport yang berada di atasnya. Lapisan jaringan juga melakukan fungsinya secara erat dengan lapisan fisik (lapisan pertama) dan lapisan data-link (lapisan kedua) dalam banyak implementasi protokol dunia nyata. Dalam jaringan berbasis TCP/IP, alamat IP digunakan di dalam lapisan ini. Router IP juga melakukan fungsi routing-nya di dalam lapisan ini.
          Network layer ini berfungsi untuk mengambil paket dari sumber dan mengirimkanya ke tujuan. Supaya sampai di tujuan perlu banyak di buat top hop pada router-router perantara di sepanjang lintasannya. Fungsi layer ini sangat kontras dan fungsi data link layer yang memiliki tujuan lebih sederhana cukup memindahkan frame dari ujung  kabel yang satu ke ujung yang lainnya. Jadi network layer ini merupakan layer terbawah yang berkaitan dengan transmisi end to end.



          Dalam melaksanakan tugasnya, network layer harus mengetahui topologi subnet komunitas (yaitu router secara keseluruhan) dan memiliki lintasan yang cicik. Pemilihan router ini harus sangat hati-hati agar saluran komunikasi dan router tidak kelebihan beban, sementara yang lainya berada dalam keadaaan idle.

Masalah-masalah dalam rancangan network layer:
-         transport layer
-         rancangan internal subnet
-         rangkaian viritual dan diagram

Layanan – layanan yang disediakan bagi transport layer:
-         layanan harus independent terhadap tekhnologi subnet
-         transport layer harus disekat dari jumlah, jenis, dan topologi subnet yang ada
-         alamat jaringan yang biasa digunakan oleh transport layer harus menggunakan penomoran yang seragam, bahkan untuk LAN maupun WAN
-         menyediakan connection oriented atau connectionless

Organisasi internal network layer
          Ada dua filosofi dalam mengelola subnet, yang satu menggunakan koneksi, sedangkan yang lain tidak menggunakan koneksi. Dalam konteks operasi internal sunmet, suatu koneksi biasanya disebut rangkaian virtual, baik secara internal maupun secara eksternal, sedangkan yang tidak menggunakan koneksi dinamakan datagram baik secara internal maupun eksternal.
          Rangkaian virtual biasanya digunakan dalam subnet yang layanan utamanya adalah connection oriented. Dalam rangkain virtual pemilihan rute baru bagi setiap paket atau sel yang dikirim di hindarkan. Ketika koneksi telah terbentuk, sebuah rote dari computer sumber computer tujuan dipilih sebagai bagian dari pembentukan koneksi dan akan selalu diingat.
          Dan pada subnet diagram tidak terdapat rute yang bekerja sebelumnya, walaupun layanannya connection oriented setiap paket yang dikirimkan mempunyai rute yang berbeda . subnet umumnya harus kuat dan lebih mudah dapat menyesuaikan dengan kemacetan dibanding dengan subnet rangkain virtual.

Rangkain virtual eksternal dan internal
          Rangkaian virtual pada dasarnya adalah suatu hubungan secara logika yang dibentuk untuk menyambungkan dua stasiun. Paket dilabelkan dengan nomor sirkuit maya dan nomor urut. Paket dikirimkan akan dating secara berurutan.secara internal rangkaian maya ini biasa di gambarkan sebagai suatu jalur yang sudah di susun untuk berhubungan antara suatu stasiun dengan stasiun yang lain. Semua paket dengan asal dan tujuan yang sama akan melewati jalur yang sama sehinga akan sampai ke stasiun yang dituju sesuai dengan urutan pada saat pengiriman (FIFO).
                        
Datagram internal dan eksternal
Dalam bentuk datagram, setiap paket dikirim secara independent. Setiap paket diberi label alamat tujuan. Berbeda dengan sirkuit maya, data gram memungkinkan paket yang diterima berbeda urutan dengan urutan saat paket tersebut di kirim. Ketidak urutan ini lebih di sebabkan karena paket dengan alamat tujuan yang sama tidak harus melewati jalur yang sama. Setiap paket bersifat independent. Terhadap sebuah jalur, artinya sebuah paket sangat mungkin untuk melewati jalur yang lebih panjang dibandingkan paket yang lain, sehinga waktu  yang dibutuhkan untuk sampai ke alamat tujuan berbeda tergantung rute yang ditempuhnya.

Perbandingan subnet rangkaian virtual dan datagram
          Terdapat perbedaan pendapat dalam penggunaan rangkain virtual dan datagram. Rangkain virtual mengiizinkan paket berisi nomor rangkain, bukannya alamat penuh tujuan. Bila paketnya pendek, maka alamat penuh tujuan di dalam paket menyebabkan overhead yang besar.
          Ketika koneksi terbentuk, rangkain virtual memiliki kelebihan dalam menghindari kenacetan yang terjadi dalam subnet, karena sumber daya dapat dipesan sebelumnya. Pada subnet datagram cara menghindari kemacetannya lebih rumit.
          Rangkain virtual memiliki masalah yang sangat kritis. Bila sebuah router tabrakan dan kemudian kehilangan memorinya, walaupun router kembali pada detik kemudian, maka semua rangkain virtual yang melalui harus di batalkan.

Persoalan
Datagram subnet
Rangkain virtual subnet
Pembentukan rangkain
Tidak diperlukan
 Diperlukan
Pengalamatan
Setiap paket berisi sumber penuh dan alamat tujuan
Setiap paket berisi nomor rangkain virtual yang pendek
Informasi keadaan
Subnet tidak mempunyai informasi keadaan
Setiap rangkain virtual memerlukan ruang table subnet
Routing
Setiap paket dirutekan secara independent
Rute yang dipilih ketika rangkain virtual dibentuk seluruh paket mengikuti rute ini
Efek kegagalan router
Tidak ada, kecuali bagi paket yang hilang pada saat tabrakan
Seluruh rangkaian virtual yang dilewatkan melalui ruter yang gagal dihentikan
Control kemacetan
Sulit
Cukup mudah bila buffer yang cukup dapat dialokasikan terlebih dahulu untuk masing-masing rangkain virtual.

Layanan untuk ditawarkan (connection-oriented atau connectionless) merupakan persoalan terpisah dari struktur subnet (rangkain virtual atau diagram). Dengan mengimplementasikan koneksi yang memakai datagram juga masuk akal bila subnet ingin menyediakan layanan yang sangat baik.
B. Routing
          Salah satu fungsi dari network layer adalah mencari rute untuk jalur transmisi paket data dari komputer sumber ke komputer tujuan. Dalam sebagian besar subnet, paket-paket data akan memerlukan banyak lompatan dalam melakukan perjalanan. Algoritma yang memilih rute dan struktur data yang digunakan jaringan merupakan masalah utama rancangan network layer.

Algoritma Routing
       Alogaritma routing adalah bagian alogaritma dari perangkat lunak network layer yang bertanggung jawab untuk menentukan jalur mana yang menjadi jalur transmisi paket. Jika subnet tersebut menggunakan data gram secara internal, keputusan ini harus selalu dibuat setiap kali paket data datang. Tetapi, jika subnet tersebut menggunakn rangkain virtual secara internal, keputusan routing ini hanya akan dibuat pada waktu penetap rangkain fvirtual yang baru. Sesudah itu, pake data tinggal mengikuti rute yang telah ditetapkan sebelumnya.
          Setiap alogaritma routing memiliki sifat – sifat seperti kebenaran, kesederhanaan,kekokohan, kestabilan, kewajaran dan optimallitas. Algoritma routing harus dapat menyesuaikan diri atau bertahan terhadap perubahan – perubahan dalam topologi dan lalu lintas data.
          Untuk mencari rute dengan biaya minimum, dapat digunakan dua metode yaitu metode forward search algorithm dan backward search algorithm.
Strategi Routing
       Dalam mencari rute bagi paket yang dikirim dari komputer sumber ke komputer tujuan ada beberapa strategi yang dipakai. Strategi itu melipiti fixed routing, flooding, random routing dan adaptive routing.
C. Internetworking

          Akan membahas satu persatu piranti yang terlibat dalam internetwork yang digunakan untuk menghubungkan dua jaringan tersebut.

Repeater
       Repeater pada dasarnya merupakan alat yang sederhana yang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal yang melewatinya. Dua sub jaringan yang dihubungkan oleh perangkat ini memiliki protocol yang sama untuk semua lapisan.
          Repeater juga berfungsi untuk memperbesar batasan panjang satu segmen. Berikut ini adalah contoh beberapa jenis system yang menggunakan repeater untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal tranmisi data:
1.       system baseband bertopologi bus
2.     system baseband bertopologi star
3.     system baseband bertopologi ring
Bridge
          Bridge adalah jenis perangkat antara yang menghubungkan dua jaringan yang protocol lapisan fisiknya berbeda. Hal ini berarti komunikasi terjadi pada level MAC (lapisan data link bagian bawah) yang serupa.Bridge memiliki sifat yang tidak mengubah sesuai isi maupun bentuk frame yang diterimanaya, disamping itu bridge memiliki buffer yang cukup untuk menghadapi ketidak sesuaian kecepatan pengiriman dan penerimaan data.
Alasan penggunaan bridge
Beberapa alasan mengapa bridge digunakan untuk menghubungkan beberapa LAN adalah sebagai berikut :

Keterbatasan LAN
     Hal ini berkaitan erat dengan:
     ● Jumlah maksimum stasiun
     ● Panjang maksimun segmen
     ● Bentang jaringan ( Network span)
Kehandalan dan keamanan lalu lintas data
     Bridge dapat menyaring lalu lintas data antar dua segmen jaringan
Unjuk kerja
     Semakin besar LAN (jumlah stasiun maupun jarak), unjuk kerja semakin menurun
Kerterpisahan geografis
     Bila dua sistem pada tempat yang berjauhan disambungkan, penggunaan bridge dengan saluran komunikasi jarak jauh ( misalnya radio atau gelombang mikro) jauh lebih masuk akal dibandingkan menghubungkan langsung dua sistem tadi dengan kabel coaxial misalnya.
Penggolongan Bridge
Dari sudut kelengkapan fungsi, perangkat ini dapat digolongkan dalam 3 macam:
       1.Bridge sederhana
       Bila suatu simpul jaringan mengirimkan data kesimpul jaringan lain, maka bridge          sederhana akan menyebarkan data tersebut kesemua jaringan.
       Bridge sederhana, memiliki urutan kerja sebagai berikut :
          ● Baca semua paket data yang datang dari suatu jaringan.
          ● Sebarkan kesemua simpul jaringan yang lain
          2. Bridge belajar
Jenis ini memiliki kemanpuan memilih paket mana yang ditunjukan pada segmen lain jaringan, dan meneruskam paket tersebut pada jaringan yang sesuai tersebut.Hal ini dimungkinkan karma protocol lapisan MAC memang terdapat field alamat tujuan paket. Kini bridge sesderhana juga telah dilengkapi dengan kemampuan belajar tersebut.
Bridge belajar, memiliki urutan kerja sebgai berikut :
  Baca semua paket data yang datang dari suatu jaringan.
● Pilih dan terima semua paket data yang tidak dialamtkan utuk jaringan pertama tadi.
● Kirimkan ( teruskan ) pake data yang diterima tadi kejaringan lain yang terhubung pada bridge
          3. Bridge dengan kempuan pencarian jalan (routing)
Jenis ini juga memiliki kemampuan jenis sebelumnya, ditambah dengan kemapuan pencarian jalan.
Pada bridge yang mempunyai fasilitas mencari jalan, terdapat beberapa strategi yang digunakan, antaralain :
   Fixed routing
● Penggunaan algoritma spaningg tree, dengan menganggap LAN sebagai symbol (node) graph dan bridge sebagai sisi (edge) graph.
● Source routing.
Dari sudut jangkauan, perangkat ini dapat dikelompokan menjadi dua bagian,yaitu sebagai berikut :
1.       Bridge tempat (local bridge)
Jenis ini tersambung langsung pada 2 jaringan yang dihubungkan.
2.     Bridge jarak jauh
Bridge jenis ini terdapat pada 2 buah segmen jaringan. Kedua  bridge jenis ini dihubungkan dengan saluran komunikasi tertentu. Dengan demikian bridge jenis ini selalu bekerja berpasangan.
Gateway
          Gateway digunkan untuk interkoneksi jaringan dimana masing-masing jaringan memiliki arsitektur yang sangat berbeda. Jaringan yang dihubungkannya mempunyai protocol yang berbeda mulai dari lapisan hubungan data sampai dengan lapisan aplikasi.
          Gateway juga merupakan bentuk khusus dari router yang digunakan untuk bertukat informasi dengan router lain yang berlainan cara mengelolah informasinya maupun cara pencarian jalannya. Jadi bila satu jaringan yang berisi sekumpulan router berjenis sama (disebut autonomus system) hendak berhubungan dengan jaringan denga sisitem router lain, diperlukan satu buah gateway untuk masing-masing jaringan. Dua buat gateway ini saling bertukar informasi dengan protocol antar yang berbeda system,yang disebut ERP (exterior ruter protocol).
          Protocol yang dibuat untuk kominikasi gateway ini bekerja dalam bentuk permintaan dan tanggapan yang dikirim dalam datagram IP contoh permintaan aadalah permintaan untuk menjadi router tetangga. Permintaan tersebut dapat menjadi 2 jenis tanggapan yaitu diterima/ditolak.

layerjaringan

Tiga kegiatan gateway yang berkaitan dengan komunikasi antar system adalah:
  1. Neighbor acquisition
     Terjadi ketika dua router bertetangga tetapi berbeda system otonomi saling menyetujui untuk saling bertukar informasi pencarian jalan.
  1. Neighbor reachability
     Prosedur ini dilakukan bila hubungan ketanggapan telah ditetapkan, dan digunakan untuk memelihara hubungan. Suatu gateway harus yakin bahwa tetangga masih ada dan masih berstatus tetangga. Untuk melakukan ini kedua gateway harus saling bertukar pesan “Hello” dan “I heard you” secara berkala.
  1. Network reachability
     Prosedur ini berkaitan dengan penukaran permintaan dan tanggapan secara berkala.bila salah satu gateway mengirimkan permintaan poll, yaitu meminta informasi jaringan, maka tetangganya menanggapi denga pesan update. Tanggapan ini berisi jarigan yang dapat dijangkau oleh gateway pengirim poll, termasuk jarak masing-masing jaringan tersebut. Dari informasi ini gateway peminta tadi dapat menyusun table pencarian jalan.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
          Pembahasan dimulai dengan pengertian Lapisan jaringan atau Network layer yang merupakan lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI, dan Lapisan ini bertanggung jawab untuk melakukan beberapa fungsinya secara erat dengan lapisan fisik (lapisan pertama) dan lapisan data-link (lapisan kedua) dalam banyak implementasi protokol dunia nyata.
          Telah dibahas secara singkat rute dan struktur data yang digunakan jaringan merupakan masalah utama rancangan network layer, dimana bagian alogaritma dari perangkat lunak network layer yang bertanggung jawab untuk menentukan jalur mana yang menjadi jalur transmisi paket.

          Ketika dua atau lebih jaringan  bergabung dalam sebuah aplikasi, biasanya kita sebut ragam kerja antar system seperti ini sebagai sebuah internetworking. Piranti yang digunakan untuk menghubungkan antara dua jaringan, intermediate system (IS), selanjutnya apabila fungsi utama dari sebuah IS adalah melakukan routing, maka piranti dimaksud disebut sebagai router, sedangkan apabila tugas piranti adalah menghubungkan antara dua tipe jaringan, maka disebut gateway. Selain menggunakan gateway dan router, piranti yang juga digunakan untuk perantara segmen jaringan yang berhubungan adalah repeater dan bridge.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Penelitian dan Pengembangan Wahana Komputer, Konsep Jaringan Komputer dan Pengembangannya, Salemba infotek, Jakarta, 2003.

URL : http://www.kolamgresik.co.cc/?q=content/pengenalan-jaringan

1 komentar: